Jeritan Pelaku UMKM Palembang: Harga Minyak Goreng Melejit, Minyakita Kian Langka

Palembang – Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palembang mengeluhkan lonjakan harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diperparah dengan semakin sulitnya menemukan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di pasaran.
Sejumlah pedagang makanan mengaku harga minyak goreng curah maupun kemasan terus merangkak naik, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi. Mereka terpaksa mengurangi penggunaan minyak atau menaikkan harga jual, meski khawatir kehilangan pelanggan.
“Sebelumnya masih bisa beli Minyakita dengan harga terjangkau, sekarang susah dicari. Kalau ada pun cepat habis,” ujar salah satu pelaku UMKM di Palembang.
Kelangkaan Minyakita dinilai menjadi pukulan tambahan bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada bahan baku tersebut. Sebagai alternatif, mereka harus membeli minyak goreng non-subsidi dengan harga lebih tinggi, yang tentu menggerus keuntungan.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyatakan terus berupaya menjaga pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di seluruh wilayah, termasuk Sumatera Selatan. Pengawasan distribusi juga ditingkatkan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan.
Di sisi lain, Perum Bulog bersama instansi terkait disebut turut dilibatkan dalam upaya stabilisasi pasokan pangan, termasuk komoditas strategis seperti minyak goreng.
Pelaku UMKM berharap pemerintah dapat segera mengatasi kelangkaan tersebut agar usaha mereka tetap bisa berjalan. Mereka juga meminta adanya kepastian harga agar bisa menyusun strategi usaha dengan lebih baik di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Dengan tekanan biaya yang terus meningkat, para pelaku UMKM kini berharap adanya solusi konkret agar mereka tidak semakin terhimpit dan tetap mampu bertahan di tengah persaingan usaha.